Mahasiswa PTB UPI Raih Prestasi di 3-Minute Pitch National Competition UII

Bandung, 18 Februari 2026 — Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2024. Melalui dedikasi dan gagasan inovatifnya, salah satu mahasiswi berprestasi berhasil mengharumkan nama institusi di kancah nasional. Mahasiswi tersebut adalah:

  1. Yasmina Fajrin A.

Yasmina berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang 3-Minute Pitch National Competition yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Di bawah bimbingan dosen pembimbing, Bapak Ahmad Baehaqi, S.Pd., M.T., ia sukses memukau dewan juri dengan presentasi yang lugas dan solutif.

Motivasi dan Inovasi: Blue and Green Infrastructure

Ketertarikan Yasmina untuk mengikuti kompetisi ini didasari oleh keinginan kuat untuk memperkaya portofolio profesional serta menguji pemahaman akademisnya di level yang lebih luas. Selain itu, ia memandang ajang ini sebagai peluang emas untuk membangun jejaring (networking) yang relevan dengan bidang teknik bangunan.

Dalam kompetisi ini, Yasmina membawakan konsep bertajuk “Integrasi Blue and Green Infrastructure”. Konsep ini hadir sebagai solusi inovatif dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang kian mendesak di sektor konstruksi.

Menjawab Keresahan Lingkungan

Karya ini lahir dari keresahan Yasmina terhadap rendahnya kesadaran masyarakat, termasuk rekan sesama mahasiswa teknik, mengenai dampak lingkungan dari pembangunan fisik.

“Banyak yang belum menyadari bahwa paradigma konstruksi konvensional sering kali merusak siklus alami. Melalui konsep Blue and Green Infrastructure, saya ingin menunjukkan bahwa pembangunan tetap bisa berjalan selaras dengan pelestarian ekosistem,” ungkap Yasmina.

Ia berharap melalui gagasan ini, para calon engineer mulai mengintegrasikan manajemen air dan ruang terbuka hijau ke dalam setiap rancangan, sehingga infrastruktur masa depan tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga berkelanjutan.

Tantangan dan Manajemen Waktu

Meskipun memiliki jadwal kuliah dan organisasi yang padat, Yasmina berhasil mempersiapkan kompetisi ini hanya dalam waktu lima hari. Dukungan dan bimbingan intensif dari Bapak Ahmad Baehaqi, S. Pd., M.T. menjadi faktor kunci keberhasilannya.

Tantangan teknis terbesar yang ia hadapi adalah proses simplifikasi konsep yang kompleks agar tetap akurat namun mudah dipahami audiens dalam durasi singkat. Hal ini ia atasi dengan menerapkan manajemen waktu yang efisien melalui skala prioritas yang ketat setiap harinya.

Pelajaran Berharga dan Pesan untuk Mahasiswa

Bagi Yasmina, pelajaran paling berharga bukanlah sekadar gelar juara, melainkan keberanian untuk menyuarakan opini di depan publik. Kemenangan ini memperkuat visinya bahwa peran seorang calon engineer adalah menjadi edukator yang mampu menyeimbangkan kemajuan infrastruktur dengan kelestarian alam.

Sebagai penutup, Yasmina memberikan pesan penyemangat bagi teman-teman mahasiswa lainnya:

“Jangan takut mencoba, take a risk apapun hasilnya 🤲🏼”

Author: Reihan Gilang Ramadhan